Cara Budi Daya Bonsai Santigi

Budi Daya Bonsai Santigi

Bonsai Santigi (Pempis acidula) merupakan salah satu dari ratusan spesies pohon mangrove yang sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem di daerah pantai. Menurut pengalaman empiris penulis, Santigi dapat dikembangbiakkan melalui tiga cara yaitu menggunakan biji, cangkok dan stek batang muda.

1. Perkembangbiakan Bonsai Santigi dengan biji:

media pasir malang yang diayak halus;
tempat pembiakan: nampan berpenutup transparan yang terdapat lubang untuk mengatur kelembaban;
cara: biji santigi yang terkumpul disemai dalam nampan berisi media, tutup tipis dgn pasir halus kemudian disemprot kabut setiap hari, tunggu hingga muncul tunas. Setelah tunas tumbuh kira-kira 1bulan pisahkan masing-masing tunas dalam polybag atau pot tersendiri dengan media yang sudah dicampur dengan pupuk.
2. Perkembangbiakan dengan cangkok:

media cangkok menggunakan mos/lumut khusus cangkok yang telah direndam dengan air rendaman pupuk kandang/kotoran kambing, bungkus plastik kedap air dan tali rafia/lainnya;
kupas bersih kambium batang yang akan dicangkok, bagian atas kupasan dibuat bergerigi/bergelombang untuk menghilangkan lingkaran bekas cangkokan setelah santigi tumbuh besar;
biarkan batang yang terkupas kering minimal 3 hari, santigi dapat bertahan hidup meski dikupas 1 tahun lebih, tujuannya adalah untuk benar-benar menjadikan batang kering bebas kambium. Semakin lama proses pengeringan maka cadangan sari makanan hasil fotosintesis yang terkumpul pada sisi atas cangkokan akan semakin banyak yang berarti bahwa cukup banyak energi untuk menghasilkan akar baru pada cangkokan;
bungkus batang yang telah dikupas kering dengan mos yang telah direndam air pupuk kandang dan kondisi basah;
bungkus dengan cukup erat menggunakan plastik kedap air hingga tidak ada celah/rongga udara untuk menjaga kelembaban cangkokan, ikat dengan tali rafia/lainnya;
dalam waktu cepat, lebih kurang 1 minggu cangkokan sudah akan terisi penuh dengan akar-akar serabut halus, untuk lebih menjamin kelangsungan hidup maka disarankan cangkokan minimal berusia 2 minggu untuk dipotong;
potong cankokan yang telah terisi penuh akar serabut dalam pot diamerter 15 cm yang telah diberi media pasir malang yang dicampur pupuk tipis.

3. Perkembangan bonsai santigi dengan stek batang:

pilih ujung ranting Santigi lebih kurang 1 jengkal;
potong menggunakan gunting/cutter yang tajam untuk menghindari batang pecah;
buang 2 atau 3 ranting yang ada di atas potongan;
tanam dalam wadah yang telah diberi media pasir malang halus;
semprot kabut setiap hari kemudian di tutup dengan plastik transparan untuk menjaga kelembaban;
setelah 1 minggu akan muncul pertumbuhan ujung tunas dari tiap-tiap stekan;
biarkan tunas tumbuh hingga minimal satu bulan, pertumbuhan tunas biasanya diikuti dengan pertumbuhan akar baru;
pisahkan masing-masing Santigi baru hasil stek ke dalam pot/polybag yang telah diberi media pasir malang dan pupuk tipis.
Selamat mencoba dan membudidayakan Santigi agar tidak punah dan merusak lingkungan.

sumber: Asosiasi klub Seni Bonsai Indonesia

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Tanaman Kerdil Bonsai « Bonsai Santigi | Bakalan Bonsai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bonsai Santigi

www.Bonsaisantigi.wordpress.com

Silahkan kunjungi kami: Jl. Imam Ghozali 1 Kab. Sampang - Madura (Sebelah selatan Terminal Sampang) Hp. 081-231600350
%d bloggers like this: